Thursday, December 08, 2005

Mainan Baru





gw dapet mainan baru. Motorola ROKR. Ini dummy untuk direview Freddy, penulis rubrik tekno di koran gw. Tapi sebelum direview, gw "curi" duluan. hahaha. Tapi, doi rela-rela aja. Katanya sih, butuh 2nd opinion.

Ternyata, ROKR adalah versi terbaru dari Motorola E398. Bisa dibilang, ini versi "i"-nya. Fitur dan menunya overall hampir sama. Yang membedakan adalah I-tunes sebagai music player, menggantikan Moto-Mix. (Ini hasil perbandingan tadi malam dengan E398 punya anak kos). To be honest, melihat i-tunes dalam handphone ternyata sangat cool. Membuat gw berpikir lagi untuk membeli Nano. hiks.

Bukan saja karena warna ROKR yang silver (senada dengan warna i-tunes, Mac-banget), tapi lewat i-tunes kita bisa iseng-iseng untuk mengatur playlist, melihat lagu berdasarkan nama artis, album, atau judul lagu. Saat sedang Playing pun, terpampang ketiganya.

Misalnya, ketika gw memain lagu Bare Witness, diambil dari lagu album Alone With the Alone Milik grup metal-hardcore Time In Malta. Baik judul, album, dan penyanyinya terlihat semua. Simple sih, tapi terlihat menyenangkan.

Sayangnya, memori eksternal yg gw ada cuma 256 MB (upgradable, tapi kelihatannya menggunakan memori khusus yang lebih mahal dari MMC milik Nokia 7610. Jadi, kapasitasnya menyimpan lagu nggak sampai 100 biji.

Faktor unggul lainnya adalah speaker phone yang jernih dan "nge-bass". Mungkin terbaik di kelas handphone model candy bar. Bila E398 barunya sekitar 1.6 juta, ROKR dijual sekitar...euh, brapa ya? gw jadi lupa.

Eniwei, setelah sehari memakai, gw menemukan beberapa kelemahan :
1. Tidak ada tulisan "ROKR" di casing, which i think it will be cool. Nama dibawah body tetap, Motorolla. Ini yg ngebuat gw berdebat dengan temen kos yang nggak percaya kalo nih handphone namanya ROKR.
2. Transfer lagu via i-tunes sangat-sangat lamaaa. ini gw bandingkan dengan iPod Shuffle gw. Transfer rate-nya nyari dua kali lebih lama dari iPod. Meski sepele, tapi cukup annoying. Sebab, membuat mood gonta-ganti lagu jadi hilang. Gw sendiri nggak tahu apakah ini disebabkan karena USB, atau memang kualitas memorinya.

Sementara baru ini aja sih. Nanti kalau sudah menemukan kelemahan dan kelebihan lainnya bakal gw posting lagi. Cuma, kata anak kosan gw, harga Motorola cepet banget turunnya. Jadi ya sebaiknya hati-hati saja sebelum memutuskan untuk membeli handphone ini.

On the other hand. Gw lagi nunggu motor yang gak dateng-dateng. Gw udah inden Supra X 125 CW, menggantikan Belalang Tempur,--GL Pro 1996 yang hampir 10 tahun menemani gw--. Katanya sih Astra Honda Motor , selaku produsen memang nggak menyediakan barang ready. Jadi, setelah ada pesanan, baru didatangkan dari..euh, China atau Thailand kalo gak salah. Jadi assemblingnya nggak dilakukan disini.

Wah, kaya banget gw beli motor yak? well, sebenarnya ini bukan duit gw, tapi dibeliin nyokap. Gw cuma nambahin dikit, plus biaya asuransi. hehehe. Daripada beli motor, gw lebih milih beli iBook G4 M9846SA/A idaman. Yippee, diangkatnya Boediono sebagai Menko Perekonomian menggantikan Ical sukses bikin dollar merosot jadi Rp. 9.985. Moga-moga bisa terus begini nih. Amin.